Sejarah No sembilan di Chelsea

No Comments

Ujung tombak Chelsea Alvaro Morata bakal mengenakan nomor jersey baru pada kampanye musim selanjutnya. Bintang Spanyol ini merubah nomor punggungnya dari sembilan jadi 29.

Banyak yang yakin Morata menggantikan nomor punggungnya itu sebab mau buang sial. Performanya memang nampak meredup karena memilih nomor itu.

Terdeteksi, pemain-pemain pernah mendapat kutukan nomor sembilan di Chelsea. Walau memiliki kualitas yang kuat, mereka tak dapat menunjukkan performa paling bagusnya saat memakai nomor keramat itu.

Berikut ini merupakan bintang-bintang Chelsea yang performanya melempem saat memakai nomor sembilan menurut livescore Liga Prancis.

Mateja Kezman – Bintang Serbia ini datang di Stamford Bridge bareng Arjen Robben dan memperoleh warisan nomor jersey sembilan dari Jimmy Floyd Hasselbaink. Jika bintang Belanda ini dapat cemerlang di London barat sepanjang beberapa tahun, Kezman malah gagal total dan tak dapat menyodorkan kompetisi untuk Didier Drogba.

Dikabarkan banyak situs livescore, Kezman perlu masa sampai Desember untuk menyarangkan goal perdananya dan itu dari tembakan penalti kala Chelsea unggul 4-0 vs Newcastle. Ia cuma menyarangkan hat-trick di liga sepanjang musim sebelum dilepaskan menuju Atletico Madrid.

Hernan Crespo – Hernan Crespo tak gagal di Chelsea sebab bisa menyarangkan dua puluh goal di liga di dalam 49 performa. Striker Argentina ini cuma tak bisa menyesuaikan secara permainan di sepak bola Inggris.

Usai datang dari Inter Milan, ia ditransfer sebagai pemain pinjaman menuju AC Milan, Di Milan, ia menerima kekalahan dari Liverpool pada laga pamungkas Liga Champions. Ia balik lagi menuju Stamford Bridge untuk terakhir kalinya namun Crespo berpikir telah tak nyaman di London.

Walau performanya di gelanggang tak mengenaskan, kutukan ini dinyatakan livescore cukup mengganggu Crespo dan karirnya tak lama di Stamford Bridge.

Khalid Boulahrouz – Tak jelas kenapa Khalid Boulahrouz memutuskan memakai nomor yang amat identik dengan ujung tombak. Boulahrouz merupakan pemain bertahan sebelah kanan dan bukanlah bintang yang amat baik juga.

Boulahrouz dibeli dari Hamburger SV di bulan Agustus 2006 dan kemungkinan tidak sedikit yang bertanya-tanya saat ia mewarisi no. sembilan dari Hernan Crespo. Cedera mengganggu aksi singkatnya bareng Chelsea dan ia cuma membikin 13 performa sebelum angkat kaki menuju Sevilla dengan status dipinjamkan.

Steve Sidwell – Keputusan mendaratkan Steve Sidwell lumayan membingungkan apalagi usai sang pemain berposisi gelandang memilih no. sembilan. Rasa-rasanya Roman Abramovich lupa jika ia memiliki tidak sedikit duit untuk mendatangkan pemain yang setingkat lebih bagus.

Merekrut pemain seperti Steve Sidwell, Claudio Pizarro, dan Tal Ben Haim menuju jawara Premier League merupakan hal yang aneh. Dan sebagaimana yang telah dibayangkan oleh livescore bola, Sidwel tidak bisa memberi dampak yang signifikan di tim.

Sidwell cuma membikin 15 performa dan tak menyarangkan goal sebelum dilepaskan menuju Aston Villa.

Franco di Santo – Langkah Di Santo untuk berlaga di kesebelasan kunci Chelsea tak simpel. Pasalnya, bintang Argentina ini mesti kompetitif dengan penyerang-penyerang lain kayak Didier Drogba, Nicolas Anelka dan Daniel Sturridge.

Mengenakan nomor sembilan malah makin menambah tekanan Di Santo di Stamford Bridge. Ia cuma berlaga enam belas kali untuk The Blues namun tak sekalipun dapat menyarangkan goal sebelum pergi dari tim.

Fernando Torres – Saat datang di Chelsea, dilaporkan berita bola Carlo Ancelotti tak mengharuskan strikernya untuk memakai no sembilan. Hal tersebut jadi keputusan yang baik sebab bintang-bintang The Blues dapat main kesetanan hingga sukses memenangkan liga dan menyarangkan setingkat lebih dari 100 goal.

Tapi, kondisinya bertransformasi usai Chelsea mendaratkan Fernando Torres pada Januari 2011. Ia diinginkan dapat mengakhiri kutukan no sembilan di Stamford Bridge menyusul statusnya menjadi satu dari sekian banyak ujung tombak yang lumayan disegani di Eropa.

Kenyataannya Torres jua tak luput dari kutukan itu. Ujung tombak Spanyol ini cuma dapat menyarangkan dua puluh goal di dalam 110 performa untuk Chelsea selama 3 setengah kampanye musim.

Radamel Falcao – Chelsea meminjam Radamel Falcao walau sebelumnya gagal cemerlang bareng Manchester United. Kala itu, Falcao cuma bisa menyarangkan 4 goal dari 29 performa untuk Setan Merah.

The Blues telah memburu Falcao semenjak menyarangkan hat-trick vs mereka di Piala Super Eropa. Tapi seperti yang bisa kita baca dari livescore Liga Jerman mengatakan, Falcao yang hadir menuju Stamford Bridge tak ada di dalam kondisi paling bagusnya. Bintang dari Kolombia ini cuma bisa menyarangkan 1 goal saja untuk Chelsea.

Alvaro Morata – Statistik Morata pada kampanye musim perdananya di Chelsea memang tak terlampau negatif. Ia menyarangkan 11 goal di dalam 31 performa.

Morata mengawali kampanye musim dengan menyarangkan goal dan membikin umpan. Ia malahan dapat menyarangkan hattrick ketika menghadapi Stoke.

Usai fase perdana kampanye musim yang kuat, performa Morata mengalami penurunan. Usai mengganti nomornya jadi 29, apakah kegarangan Morata bakal balik lagi? Cuma waktu yang bakal menjawabnya.

Categories: Berita Bola

Tags:

Leave a Reply

Your email address will not be published.