Wilfried Zaha Rasa Layak Bermain di Liga Champions

Pemain sayap Crystal Palace, Wilfried Zaha, menganggap ia telah pantas tampil dalam Liga Champions. Bintang 26 tahun ini juga meminta gabung tim raksasa kampanye musim selanjutnya.

Crystal Palace sebelumnya telah menolak tawaran yang masuk untuk Wilfried Zaha pada jendela transfer musim panas silam dan memberikannya kesepakatan kontrak 5 tahun dengan bayaran senilai 130 000 pounds per minggu.

Menjadi bintang dengan bayaran paling tinggi di tim, Palace baru bakal menjual Zaha jika terdapat tim yang menawar di angka di atas 50 juta pounds.

Zaha juga sekarang jadi bidikan sejumlah klub Premier League, mulai dari Arsenal, Chelsea, sampai United, yang merupakan mantan timnya. Zaha sendiri telah bersedia untuk gabung tim yang lebih raksasa.

“Aku terlampau ambisius. Tak ambisius cuma untuk memperkuat tim elit, namun untuk memenangkan beberapa hal di tingkat tim dan dengan Pantai Gading. Supaya saya jadi lebih bagus, saya mesti bertujuan untuk tampil dalam tingkat yang tertinggi, untuk memenangkan piala, ” tutur Zaha pada Daily Mail.

“Aku beruntung dapat melangkah sepanjang ini di dalam karierku. Namun saya berpikir terdapat tidak sedikit lagi yang dapat aku tawarkan. Saya seharusnya mengalami Liga Champions. Saya cuma perlu peluang, ini saja. Dan saya bakal berbuat sisanya, ” Zaha melanjutkan.

Kampanye musim ini, Wilfried Zaha telah memperkuat Palace di dalam 32 laga di seluruh turnamen. Dia jua menyumbang 8 goal dan 8 umpan.

Bernardo Silva Tak Ingin Jumpa Cristiano Ronaldo di Liga Champions

Pemain berposisi gelandang Manchester City, Bernardo Silva, mengakui lebih memutuskan guna tidak bertanding bersama Juventus yang punya bintang sekelas Cristiano Ronaldo di perempat-final Liga Champions kampanye musim itu.

Kedua pesepakbola itu adalah punggawa timnas Portugal. Wajar apabila Silva memahami persis kemampuan Ronaldo. Terlebih ujung tombak Juventus itu sudah mengalami segudang pencapaian selama karier profesionalnya.

Cristiano Ronaldo belum lama jadi pahlawan I Bianconeri. Ia menyarangkan hattrick ke gawang Atletico Madrid di leg ke 2 fase 16-Besar pada Stadion Allianz, Selasa (12/3/2019). Jawara bertahan Serie A ini melaju menuju perempat-final bersama agregat 3-2.

Penampilan Ronaldo sempat jadi sorotan. Sebelum menyarangkan hattrick kala Juventus melawan Atletico, leader Portugal ini cuma bisa menyarangkan 1 goal dari 6 pertandingan Liga Champions kampanye musim itu.

“Sejujurnya, aku takkan senang (berhadapan bersama Cristiano Ronaldo). Aku mengenal ia, paham kualitasnya serta kembali menunjukkannya ketika menghadapi Atletico, ” tutur Silva.

“Ketika bermain pada turnamen seperti Liga Champion, Kamu dapat melawan klub-klub serta para pemain seperti itu. Ini hal yang baik serta berarti Kamu berlaga pada turnamen paling baik, ” katanya.

“Kita saksikan saja siapa yang bakal jadi rival kami, namun pastinya, bertanding bersama Cristiano terus sukar, ” tutur Bernardo Silva.

Riyad Mahrez Jadi Pahlawan Manchester City di Laga vs Bournemouth

Manchester City memenangkan pertandingan dengan skor tipis 1-0 atas tuan rumah AFC Bournemouth di laga lanjutan Liga Premier Inggris di Vitality Stadium, Sabtu (2/3/2019) malam WIB. Pemain pengganti, Riyad Mahrez, menjadi pahlawan The Citizens pada pertandingan itu.

Mahrez mencatat namanya pada papan score saat laga sudah berjalan pada menit ke-55. Sehabis mendapat assist dari David Silva, Mahrez begitu saja melakukan shoting yang tidak dapat dipatahkan penjaga gawang Arthur Boruc.

Begitu peluit diperdengarkan, Manchester City begitu saja menggempur barisan defensif tuan rumah. Serangan demi serangan disusun The Citizens. Tapi, mereka sulit membongkar barisan defensif Josh King cs.

Menyambut babak pertama usai, City malahan harus kehilangan Kevin De Bruyne yang tertatih-tatih usai salah tumpuan kala memberi assist menuju ke depan.

Statistik mencatatkan, Manchester City bisa menguasai bola sampai 80 persen serta melepas 7 tendangan menuju gawang. Tapi, cuma ada 1 goal yang tercipta sampai peluit panjang dibunyikan.

Bonucci Percaya Dapat Hentikan Griezmann dan Morata

Pemain Juventus, Leonardo Bonucci, tidak sabar hadapi Atletico Madrid pada enam belas besar Liga Champions, Kamis (21/2) dinihari WIB. Dia juga percaya bisa menghentikan laju 2 penyerang tuan rumah, Antoine Griezmann serta Alvaro Morata.

Antoine Griezmann sekarang jadi andalan Atletico di dalam urusan menyarangkan goal. Sementara Alvaro Morata belum mencatatkan goal semenjak hengkang dari Chelsea Januari kemarin. Tapi, penampilannya pada sektor serang lumayan menunjang penampilan Griezmann.

Menyadari bahaya yang bakal diciptakan 2 penyerang itu, Leonardo Bonucci juga tengah memfokuskan diri buat mendapatkan kelemahan keduanya.

“Griezmann merupakan bintang yang berkualitas dengan bintang lainnya seperti Diego Costa, Morata, Saul, serta Koke. Namun aku bakal selalu melangkah serta menghentikan keduanya. Kami perlu sedikit lebih kokoh lagi buat memenangkan bola dari kaki keduanya, ” tutur Bonucci pada AS, Rabu (20/2).

“Saya dan Morata merupakan kawan baik serta aku akan menghadapinya. Ia kini mendapatkan perkembangan dalam sejumlah hal. Aku telah berkata kepadanya bakal menghentikannya di arena pertandingan, ” imbuh bintang yang musim kemarin membelot ke AC Milan itu.

Sementara itu, Bonucci menyatakan Juventus datang ke ibukota Spanyol dengan optimis tinggi. Terlebih di skuatnya kini terdapat Cristiano Ronaldo yang terus menjebol gawang Atletico saat tengah membela Real Madrid.

“Mereka merupakan klub yang amat sukar dijebol sebab Simeone tak memberikan kesempatan buat klub musuh. Namun team saya terdapat Cristiano, ia amat vital serta dapat menyarangkan 1 goal di Wanda Metropolitano, ” pungkasnya.

Emery: Arsenal Tidak Perlu Penjaga gawang Anyar

Penampilan mengecewakan yang ditampilkan Bern Leno di dalam sejumlah pertandingan terbaru membikin Arsenal dikatakan mau mendaratkan penjaga gawang anyar di bursa transfer Januari. Namun kemungkinan ini dibantah langsung oleh sang juru tak-tik, Unai Emery.

Satu dari sekian banyak performa jelek Leno kampanye musim ini ialah kala Arsenal dibekuk 1-5 oleh The Reds. Legenda Arsenal, Martin Keown, malahan mengatakan penjaga gawang dari Jerman ini tidak pantas memperkuat Meriam London.

Sepekan kemudian, nama Keylor Navas datang menjadi kandidat pengganti, terlebih tempatnya di Real Madrid pun telah tereliminasi semenjak kehadiran Thibaut Courtois. Namun Emery menyatakan kesebelasannya tidak perlu penjaga gawang anyar.

“Kami tak pernah berbincang-bincang tentang penjaga gawang lainnya sebab aku kira kami amat puas bersama 3 penjaga gawang yang kami punya kini. Kami tak pernah mengidamkan siapa pun, termasuk Keylor Navas,” tutur Emery sebagaimana dilansir melalui Daily Mail.

“Saya cuma mau penjaga gawang kami fokus setiap harinya kala pelatihan serta memikirkan laga berikutnya,” lanjut bekas juru tak-tik Paris Saint-Germain itu.

Di samping Leno, The Gunners sebenarnya tetap memiliki penjaga gawang sudah banyak jam terbang di dalam diri Petr Cech. Namun dia tidak sering memperoleh peluang berlaga. Kiper dari Republik Ceko ini setingkat lebih sering dimainkan sang juru tak-tik pada kompetisi “kelas dua” seperti Piala FA serta Carabao Cup.

Adapun Arsenal jadi kesebelasan 5 besar bersama total kemasukan paling banyak di Premier League sekarang. Melalui 21 laga mereka telah kebobolan 31 goal. Praktis angka itu cuma setingkat lebih bagus dari Manchester United yang ada pada peringkat ke 6.

Moratti: Ini Skuat Terkuat Juventus Sepanjang Mas

Mantan orang nomor 1 di Inter Milan, Massimo Moratti, memberikan pujian power Juventus. Di mata dirinya, Si Nyonya Tua sempurna kampanye musim ini.

“Saya berpikir jika itu kemungkinan merupakan skuat Juventus terkuat sepanjang masa. Mereka setingkat lebih stabil ketimbang lain, sebab mereka jawara 7 kali beruntun serta memburu ke 8 seakan-akan ini yang perdana,” tutur Moratti pada TeleRadioStereo.

Juventus sekarang kokoh pada pucuk klasemen sementara Liga Italia Serie A bersama koleksi 28 angka. Cristiano Ronaldo cs menang 6 poin vs Inter Milan serta Napoli yang ada dibawah mereka.

“Ini kampanye musim yang amat menarik sejauh ini. Bianconeri melepaskan diri, namun Napoli serta Inter memainkan sepakbola yang baik hingga ini memberikan keduanya asa.”

“Kita semua mesti berharap mereka berupaya keras sebagaimana musim kemarin. Juventus memberi kesan menjadi yang terkuat, namun tersedia cukup asa. Ada sepakbola yang menghibur serta alasan buat menarik setingkat lebih banyak fans ketimbang pada umumnya menuju Liga Italia Serie A,” Moratti melanjutkan.

Selain Liga Italia Serie A, Juve pun kokoh pada fase penyisihan grup Liga Champions. Mereka menyapu bersih 3 pertandingan dengan angka penuh.

“Bianconeri terbiasa bertanding di Liga Italia Serie A serta Liga Champions, namun setiap orang berharap jika mereka bakal kehilangan banyak angka serta menjadikan perlombaan Scudetto setingkat lebih menarik untuk semua orang,” pungkasnya.

Di pertandingan selanjutnya, Bianconeri bakal melawan Cagliari di kompetisi Liga Italia Serie A. Duel itu bakal diselenggarakan pada tanggal 4 November besok.

Persib Bandung Tumbang, Bojan Malisic Malah Dapatkan Apresiasi Tinggi

Persib Bandung malah raih laporan bahagia melalui Bojan Malisic walau baru kalah telak 1-4 dari Persebaya Surabaya di matchday ke-26 Liga satu 2018 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Sabtu (20/10).

Persib Bandung lagi-lagi mesti menderita rekor negatif di dalam 3 pertandingan terbaru mereka pada Liga satu 2018.

Terbaru, Tim Maung Bandung mesti mengaku kehebatan Persebaya Surabaya di pertandingan matchday ke-26, yang diselenggarakan Sabtu (20/10).

Sekalipun menyamakan kedudukan lewat goal Febri Hariyadi, Persib endingnya mesti ikhlas menerima kekalahan telak 1-4 dari kesebelasan Bajul Ijo di pertandingan itu.

Hasil negatif itu pun membikin Kubu Maung Bandung tergeser dari tempat pucuk klasemen Liga satu 2018 yang telah ditempati sepanjang 8 pekan pamungkas.

Di tengah kabar hasil negatif ini, Persib malah memperoleh laporan bahagia dari palang pintu pilar mereka, Bojan Malisic.

Pemain bertahan dari Serbia ini ditunjuk menjadi bintang paling baik September 2018 versi Asosiasi Pesepak bola Profesional Indonesia (APPI).

Uniknya, Bojan bisa mengungguli 4 bintang lainnya yang beroperasi menjadi striker, sebagaimana David Da Silva (Persebaya Surabaya), Aleksandar Rakic (PS Tira), Bruno Silva (PSIS Semarang), serta Ferdinand Sinaga (PSM Makassar).

Gelar ini diberi bukanlah tanpa sebab, lantaran Bojan Malisic yang beroperasi menjadi bek dengan cara mencengangkan bisa menyarangkan 2 goal serta 100 persen tekel berhasil sepanjang September 2018.

Bojan pun jadi satu dari sekian banyak aktor vital di balik konsistensi Persib menempati pucuk klasemen dalam lanjutan babak ke 2 Liga satu 2018.

Itu jadi pencapaian ke 2 untuk bintang Persib Bandung usai sebelumnya Jonathan Bauman memperoleh gelar sama di Agustus 2018.

Perlu diketahui, terpilihnya Bojan serta Bauman berdasarkan dengan keputusan 4 panelis pada APPI, yakni Bima Sakti, Kurniawan Dwi Yulianto, serta Ponaryo Astaman yang berkolaborasi bersama labbola.

 

Hugo Lloris Ungkap Rahasia Prancis Menang vs Jerman

Kapten tim nasional Prancis, Hugo Lloris, menganggap jika terdapat hal spesial yang menjadikan Les Blues bisa menghajar Jerman di partai UEFA Nations League.

Hugo Lloris mengaku jika kemampuan yang di miliki tim nasional Prancis sesungguhnya jadi penyebab kunci bisa mengandaskan perlawan Jerman, Rabu (17/10/2018) malam WIB.

Di partai UEFA Nations League, tim nasional Prancis sukses unggul 2-1 vs tim nasional Jerman di hadapan fans sendiri, Stade de France, Paris.

“Ya, punya pemain-pemain memiliki talenta luar biasa di dalam tim merupakan hal vital seperti yang Kamu saksikan di fase perdana, ” tutur Hugo Lloris kala diberi pertanyaan peranan Antoine Griezmann serta Kylian Mbappe, dilansir BolaSport. com melalui situs web UEFA.

Meski begitu, Lloris memandang jika talenta tidak bakal efektif jadi satu-satunya senjata guna mendapat hasil positif.

Anggapannya talenta tidak bakal jadi resep hasil positif yang manjur, apabila bintang tak menyadari basis performa sepakbola.

“Jika Kamu tidak berpegang teguh di dasar sepakbola, maka Kamu sudah membikin kehidupan jadi amat rumit, ” kata mantan bintang Olympique Lyon itu.

“Sebab, di dalam tingkat itu, seluruh kesebelasan amat bergairah serta termotivasi guna vs Prancis sebab team saya merupakan juara Piala Dunia 2018, ” jelasnya.

Sementara itu, walau pernah tertinggal lantaran goal Toni Kroos (14′-pen), dia mengatakan jika Les Bleus sudah mengembangkan tingkat, intensitas, dan membuktikan karakter serta mental yang kuat di partai itu.

Sehingga, imbuh Lloris, tanpa ini Kesebelasan Ayam Jantan mustahil berbalik menang lewat goal Antoine Griezmann (62′ serta 80′-pen).

Anggapannya, hal tersebut pulalah yang jadi kunci supaya Prancis dapat bersaing.

“Hal itu bukanlah cuma mengenai strategi, namun itu mengenai dasar bermain sepakbola. Inilah yang kurang dari rombongan saya di fase perdana, ” kata sang leader.

“Namun, rombongan saya merubah segalanya di fase ke 2, serta menurut yang Kamu ucapkan, bersama kemampuan bintang-bintang yang team saya punya, kesebelasan ini hebat. Bintang memiliki talenta luar biasa membikin sesuatu jadi setingkat lebih simpel untuk kesebelasan. Jadi ini merupakan pencapaian yang baik untuk tim nasional Prancis, ” jelasnya.

Juventus Berikan Suntikan Moral buat Ronaldo yang Tengah Terjerat Kasus Tudingan Pemerkosaan

Kasus tudingan pemerkosaan yang dialamatkan kepada Cristiano Ronaldo, ikut meraih atensi dari klubnya, Juventus.

Cristiano Ronaldo diduga sudah berbuat tindakan asusila kepada salah satu perempuan dari Amerika Serikat, Kathryn Mayorga saat Juni 2009 silam.

Telah 9 musim kasus itu tertutup rapat.

Kathryn Mayorga baru memberikan gugatan pada Cristiano Ronaldo pada 27 September 2018 yang lalu.

2 hari usai Mayorga memberikan gugatan, media asal Jerman, “Der Spiegel” mempublikasikan isi rincian gugatan kepada publik.

Sekarang baik Mayorga serta Cristiano Ronaldo sedang menempuh jalur hukum guna menuntaskan kasus itu.

Walau demikian, Juventus percaya apabila Ronaldo bakal terbebas dari tudingan itu.

Lewat media sosial Twitter, Bianconeri memberi suntikan moral pada pemain berjuluk CR7 itu.

“Ronaldo sudah memperlihatkan profesionalisme serta dedikasi selama beberapa bulan terbaru, hal tersebut dihargai oleh semua orang di Juventus, ” tulis akun @Juventusfcn.

“Peristiwa yang diduga sudah berlangsung sepuluh tahun kemarin takkan merubah perspektif kami, serta perspektif siapa aja yang sudah berkomunikasi dengan sang jawara dahsyat (Ronaldo), ” imbuh @Juventusfcen.

Sejarah No sembilan di Chelsea

Ujung tombak Chelsea Alvaro Morata bakal mengenakan nomor jersey baru pada kampanye musim selanjutnya. Bintang Spanyol ini merubah nomor punggungnya dari sembilan jadi 29.

Banyak yang yakin Morata menggantikan nomor punggungnya itu sebab mau buang sial. Performanya memang nampak meredup karena memilih nomor itu.

Terdeteksi, pemain-pemain pernah mendapat kutukan nomor sembilan di Chelsea. Walau memiliki kualitas yang kuat, mereka tak dapat menunjukkan performa paling bagusnya saat memakai nomor keramat itu.

Berikut ini merupakan bintang-bintang Chelsea yang performanya melempem saat memakai nomor sembilan menurut livescore Liga Prancis.

Mateja Kezman – Bintang Serbia ini datang di Stamford Bridge bareng Arjen Robben dan memperoleh warisan nomor jersey sembilan dari Jimmy Floyd Hasselbaink. Jika bintang Belanda ini dapat cemerlang di London barat sepanjang beberapa tahun, Kezman malah gagal total dan tak dapat menyodorkan kompetisi untuk Didier Drogba.

Dikabarkan banyak situs livescore, Kezman perlu masa sampai Desember untuk menyarangkan goal perdananya dan itu dari tembakan penalti kala Chelsea unggul 4-0 vs Newcastle. Ia cuma menyarangkan hat-trick di liga sepanjang musim sebelum dilepaskan menuju Atletico Madrid.

Hernan Crespo – Hernan Crespo tak gagal di Chelsea sebab bisa menyarangkan dua puluh goal di liga di dalam 49 performa. Striker Argentina ini cuma tak bisa menyesuaikan secara permainan di sepak bola Inggris.

Usai datang dari Inter Milan, ia ditransfer sebagai pemain pinjaman menuju AC Milan, Di Milan, ia menerima kekalahan dari Liverpool pada laga pamungkas Liga Champions. Ia balik lagi menuju Stamford Bridge untuk terakhir kalinya namun Crespo berpikir telah tak nyaman di London.

Walau performanya di gelanggang tak mengenaskan, kutukan ini dinyatakan livescore cukup mengganggu Crespo dan karirnya tak lama di Stamford Bridge.

Khalid Boulahrouz – Tak jelas kenapa Khalid Boulahrouz memutuskan memakai nomor yang amat identik dengan ujung tombak. Boulahrouz merupakan pemain bertahan sebelah kanan dan bukanlah bintang yang amat baik juga.

Boulahrouz dibeli dari Hamburger SV di bulan Agustus 2006 dan kemungkinan tidak sedikit yang bertanya-tanya saat ia mewarisi no. sembilan dari Hernan Crespo. Cedera mengganggu aksi singkatnya bareng Chelsea dan ia cuma membikin 13 performa sebelum angkat kaki menuju Sevilla dengan status dipinjamkan.

Steve Sidwell – Keputusan mendaratkan Steve Sidwell lumayan membingungkan apalagi usai sang pemain berposisi gelandang memilih no. sembilan. Rasa-rasanya Roman Abramovich lupa jika ia memiliki tidak sedikit duit untuk mendatangkan pemain yang setingkat lebih bagus.

Merekrut pemain seperti Steve Sidwell, Claudio Pizarro, dan Tal Ben Haim menuju jawara Premier League merupakan hal yang aneh. Dan sebagaimana yang telah dibayangkan oleh livescore bola, Sidwel tidak bisa memberi dampak yang signifikan di tim.

Sidwell cuma membikin 15 performa dan tak menyarangkan goal sebelum dilepaskan menuju Aston Villa.

Franco di Santo – Langkah Di Santo untuk berlaga di kesebelasan kunci Chelsea tak simpel. Pasalnya, bintang Argentina ini mesti kompetitif dengan penyerang-penyerang lain kayak Didier Drogba, Nicolas Anelka dan Daniel Sturridge.

Mengenakan nomor sembilan malah makin menambah tekanan Di Santo di Stamford Bridge. Ia cuma berlaga enam belas kali untuk The Blues namun tak sekalipun dapat menyarangkan goal sebelum pergi dari tim.

Fernando Torres – Saat datang di Chelsea, dilaporkan berita bola Carlo Ancelotti tak mengharuskan strikernya untuk memakai no sembilan. Hal tersebut jadi keputusan yang baik sebab bintang-bintang The Blues dapat main kesetanan hingga sukses memenangkan liga dan menyarangkan setingkat lebih dari 100 goal.

Tapi, kondisinya bertransformasi usai Chelsea mendaratkan Fernando Torres pada Januari 2011. Ia diinginkan dapat mengakhiri kutukan no sembilan di Stamford Bridge menyusul statusnya menjadi satu dari sekian banyak ujung tombak yang lumayan disegani di Eropa.

Kenyataannya Torres jua tak luput dari kutukan itu. Ujung tombak Spanyol ini cuma dapat menyarangkan dua puluh goal di dalam 110 performa untuk Chelsea selama 3 setengah kampanye musim.

Radamel Falcao – Chelsea meminjam Radamel Falcao walau sebelumnya gagal cemerlang bareng Manchester United. Kala itu, Falcao cuma bisa menyarangkan 4 goal dari 29 performa untuk Setan Merah.

The Blues telah memburu Falcao semenjak menyarangkan hat-trick vs mereka di Piala Super Eropa. Tapi seperti yang bisa kita baca dari livescore Liga Jerman mengatakan, Falcao yang hadir menuju Stamford Bridge tak ada di dalam kondisi paling bagusnya. Bintang dari Kolombia ini cuma bisa menyarangkan 1 goal saja untuk Chelsea.

Alvaro Morata – Statistik Morata pada kampanye musim perdananya di Chelsea memang tak terlampau negatif. Ia menyarangkan 11 goal di dalam 31 performa.

Morata mengawali kampanye musim dengan menyarangkan goal dan membikin umpan. Ia malahan dapat menyarangkan hattrick ketika menghadapi Stoke.

Usai fase perdana kampanye musim yang kuat, performa Morata mengalami penurunan. Usai mengganti nomornya jadi 29, apakah kegarangan Morata bakal balik lagi? Cuma waktu yang bakal menjawabnya.